MOTIVASI
A. Pengertian Motivasi
Motiv atau dalam bahasa ingrisnya motive,berasal dari kata motion yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak, jadi istilah motif erat hubungannya dengan gerak, yaitu gerakan yang dilakukan oleh manusia atau disebut juga perbuatan atau tingkahlaku, motif dalam psikologi berarti rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga bagi terjadinyasuatu tingkahlaku.[1]
Disamping istilah motif, dikenal pula dalam psikologi istilah motivasi, motivasi merupakan istilah yang lebih umum yang menunjuk kepada seluruh proses gerakan, termasuk situasi, yang mendorong kepada seluruh proses dalam diri individu, tingkahlaku yang ditimbulkan oleh situasi yang mendorong dorongan yang timbul dalam diri individu, tingkahlaku yang ditimbulkan oleh situasi tersebut, dan tujan atau akhir dari gerakan atau perbuatan.
Ada beberrapa pendapat mengenai motif. Salah satunya pendapat mengatakan bahwa motif adalah energy dasar yang terdapat dalam diri seseorang. Sigmund Freud adalah salah salah seorang sarjana yang berpendapat demikian. Tiap tingkah, menurut Freud didorong oleh suatu energy dasar yang disebut instink. Instink ini oleh freud dibagi dua:
1. Instink kehidupan atau instink seksual atau libido, yaitu dorongan untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan turunan.
2. Instink yang mendorong perbuatan-perbuatan agresif atau yang menjurus kepada kematian
Sarjana-sarjana lain yang juga mengakui motif sebagai energy dasar adalah:
1. Bergson dengan teori elan vital mengakui adanya factor yang bersifat non material yang mengatur tingkahlaku
2. Mc. Dougall dengan teori hormic, mengatakan bahwa tingkahlaku ditentukan oleh hastrat, kecendrungan bekerjanya analog dengan kenyataan-kenyataan dalam dunia ilmu alam dan ilmu kimia
Kebutuhan manusia yang bersifat fisiologi berkaitan dengan keseimbangan organic dan kimiawi dalam tubuh seperti kekurangan sari makanan atau kandunagn air dalam tubuh. Kebutuhan ini mendorong manusia supaya berusaha memperoleh makanan untuk memenuhi kebutuhannya. Aktifitas seperti ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan kondisi tubuh. Motivasi seperti ini disebtu motifasi fisiologisyang bersifat naluriah dan tidak diperoleh melalui proses pembelajaran. Motifasi fisiologis dapat terjadi pada setiap manusia dan hewan, motifasi ini meliputi berbagai kebutuhan seperti rasa lapar, istirahat, menghindari suhu panas
dan dingin, buang”besar dan kecil”, menghindari rasa sakit pada organ tubh, hubungan seksual dan keibuan.[2]
B. Studi Ilmiyah Tentang Motif Manusia
salah satu pendapat mengatakan bahwa motif merupakan energy dasar yang terdapat dalam diri seseorang, Sigmunt Freud adalah seseorang sarjana yang berpendapat demikian
Dengan berkembangnya psikologi ilmiyah mederen pada pertengahan adab ke-19, kaitan antara dua unsur itu diperoleh arti baru yang spesifik. Studi mengenai motivasi manusia, ketika itu, sangant di pengaruhi oelh karya-karya biolog ingris, Charles Darwin, bahwa manusia dianggap sebagai makhluk yang terlibat pergaulan keras dengan alam untuk bisa bertahan hidup.[3]
Para biolog dan psikologi menyatakan bahwa hasrat seperti itu secara mekanis dikendalikan oleh tubuh manusia mereka mengatakan bahwa berbagai kebutuhan badaniyah apabila tidak terpenuhi akan menggerakkan tanda-tanda bahaya btertentu yang akan menganggu tubuh hingga kebutuhan tersebut terpenuhi contoh: kebutuhan makanan. Apabila tidak memperoleh makanan, kita tidak akan bertahan hidup
C. Motiv dan Motivasi
Motiv merupakan pengertian yang melingkupi pennggerak alasan-alasan atau dorongan-dorongan dalam diri manusialah yang menyebabkan manusia itu
berbuat sesuatu, motiv manusia bisa bekerja secara sadar maupun tidak sadar untuk mengerti dan memahami tingkah laku manusia dengan lebih sempurna, motiv manusia merupakan dorongan, hasrat, keinginan dan lainnya. Motiv itu member tujuan dan arah kepada tingkah laku kita.
Beberpa pendapa mengenai pengertian motiv. Sherif dan Sherif (1956) misalnya. Menyebutkan motiv sebagai suatu istilah generic yang meliputi semua factor internal yang mengarak kepada berbagai jenis perilaku yang bertujuan, semua pengaruh internal, seperti dorongan dan keinginan aspirasi yang bersumber dari fungsi-fungsi tersebut, Gidden (1991:64) motiv sebagai implus atau dorongan yang menberi energy pada tindakan manusia sepanjang lintasan kognitif/prilaku kearah pemuasan kebutuhan menurutnya, motiv tidak dipersepsikan secara sadar. Ia lebih merupakan suatu keadaan perasaan. Nasution menjelaskan bahwa motiv adalah segala yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu dalam bukunya Manegment, Harold Koontz dan kawan-kawan (1980: 632) mengemukakan bahwa motiv” suatu keadaan dari dalam yang member kekuatan yang menggiatkan, atau menggerakkan sehingga disebut penggerakkan atau motivasi dan mengarahkan atau menyelurkan prilaku kearah tujuan-tujuan.
Menurut Guralnik (1973:314) motiv :suatu perangsang dari dalam suatu gerak hati dan sebagainya yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu . R.S. Woodworth motiv sebagai suatu set yang dapat atau mudah menyebabkan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu dan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, jadi, motiv adalah tujuan.tujuan ini disebut intensif, intensif bisa diartikan sebagai suatu tujuan yang menjadi arah suatu kegiatan yang bermotif contoh seperti telah disinggung, adalah lapar, maka insentifnya adalah makanan.
Disamping itu menurut Woodworth dan Marquis motif itu dapat dibedakan:
1. Motif yang berhubugan dengan kebutuhan jasmaniah (organic needs), yaitu merupakan motif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu
2. Motif darurat merupakan motif untuk tindakan-tindakan dengan segera karena keadaan sekitarmenuntutnya, misalnya motif untuk melepaskan diri dari bahaya, dan lai –lain
3. Motif objektif yaitu merupakan motif untuk mengadakan hubungan dengan keadaan sekitarnya, baik terhadap orang-orang maupun benda-benda misalnya motif eksploitasi, motif manipulasi dan lain-lainya.[4]
Para ahli memberikan pengertian tentang motivasi dengan bahasa dan titik tekan yang berbeda-beda bahwa motiv adalah kondisi seseorang yang mendorong untuk mencari suatu kepuasan atau mencapai suatu tujuan. Jadi, motiv adalah suatu alas an atau dorongan yang menyebabkan seseorang berbuat sesuatu, atau bersikap tertentu
Secara etimologi motiv dalam bahasa ingrisnya motive, berasal dari kata motion, yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak jadi, istilah motiv erat berkaitan dengan gerak yakni gerakan yang dilakukan oleh manusia yang disebut juga tingkah laku, motiv dalam psikolpgi berarti rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga bagi terjadi suatu tingkah laku. Dalam psikologi dikenal dengan istilah motivasi, motivasi merupakan istilah yang lebih umum yang menunjuk pada seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang mendorong, dorongan dalam individu atau menggerakan seseorang atau diri sendiri untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai suatu kepuasan atau ujuan, contoh jika terjadi suatu pembunuhan misalnya yang pertama-tama muncul pada benak seorang petugas kepolosian ialah pertanyaan apakah motiv pembunuhan itu?, artinya, jika seorang mebunuh pasti ada motivnya.
Motivasi bukan merupakan suatu kekuatan yang netral, atau kekuatan yang kebal terhadap factor-faktor lain misalnya, situasi lingkungan, cita-cita hidup dan lain-lain. Ada dua unsur pokok motiv yaitu unsure dorongan atau kebutuhan dan unsur tujuan (Handoko, 1992:10) proses interaksi antara kedua unsure ini terjadi pada diri manusia namun dipengaruhi hal-hal luar diri manusia misalnya keadaan cuaca, kondisi lingkungan dan sebagainya.
Dalam pandangan Dister, setiap tingkahlaku manusia merupakan buah hasil dari hubungan dinamika timbale balik antara tiga factor. Ketiga factor itu ialah:
1. Sebuah gerak atau dorongan yang secara spontan alamiyah yang terjadi pada manusia
2. Keakuan manusia sebagai inti pusat kepribadiannya
3. Situasi manusia atau lingkungan hidupnya (Dister, 1994: 72-73) tinjauan secara rinci mengenai ketiga factor tersebut adalah sebagai berikut:
a. Dorongan Spontan Manusia
Artinya. Dorongan ini timbul dengan sendirinya dan tidak ditimbulkan manusia dengan sengaja. Dorongan semacam ini bersifat alamiyah dan bekerja otomatis. Tidak dikerjakan manusia dengan tahu dan mau contohnya dorongan seksual, nafsu makan ,kebutuhan akan tidur, perbuatan tersebut boleh dikatakan mendahului pribadi manusia artinya, perbuatan itu belum dijiwai atau diserapi oleh inti kepribadian yang bersangkutan
b. Keakuan sebagai inti pusat kepribadian manusia suatu dorongan yang secara spontan ia jadikan miliknya sendiri, kalau ia menanggapi dorongan itu secara positif , ia menyetujui dorongan itu dan mengambil bagian dalam kejadian dalam itu
c. Situasi atau lingkungan hidup manusia
Limgkungan adalah buah hasil dari pertukaran antara pengalaman batin manusia dan hal ikhwal diluar diri manusia
D. LINGKUNGAN MOTIVASI (MOTIVATIONAL CYCLE
1. Kebutuhan, dari arti psikologis Mustafa fahmi menjelaskan kebutuhan sebagai suatu istilah yang digunakan secara sederhana untuk menunjukkan suatu oikiran atau konsep yang menunjuk kepada tingkah laku makhluk hidup dalam perubahan dan perbaikan yang tergantung atas tunduk dan diharapkan pada proses pemilihan (Fahmi, 1977: 45) batasan ini dikenal sebagai batasan prakmatis, Mc Quail, belum blumler dan Brown (1972: 144) berpendapat bahwa kebutuhan berasal dari penagalaman sosial dan bahwa media masa sekalipun kadang-kadang dapat membantu membangkitkan khalayak ramai akan kebutuhan sosial tertentu.
Istilah kebuthan juga mengimplikasikan suatu keadaan kekurangan seperti lapar dan haus, jadi bahwa kebutuhan ini mendasar bagi kesejahteraan individu. Pada umumnya para ahli psikolog berpendapat bahwa manusia juga tergerak untuk menemukan, menumbuhkan kebutuhan-kebutuhan tingkat yang lebih tinggi menjadimenonjol ketika kebutuhan biologis dan rasa aman terpenuhi
E. TINGKAHLAKU
Lingkaran motivasi adalAh tingkahlaku yang diperguanakn sebagai cara atau alat agar suatu tujuan bisa tercapai. Jadi tingkahlaku pada dasarnya ditujukan untuk mencapai tujuan. Tujuan tertentu tidak selau diketahui secara sadar oleh seorang individu. Kesimpulan umum menurut Levid (Leavid. 1978)
· Manusia adalah produk dari lingkungannya
· Manusia menginginkan keamanan
· Yang dikehendaki manusia adalah roti dan keju
· Manusia pada dasarnya malas
· Manusia pada dasarnya mementingkan diri sendiri
Menurut Leavid terkandung tiga asumsi penting
a. Pandangan tentang sebab akibat yaitu pendapat bahwa tingkahlaku manusi itu ada sebabnya, sebab merupakan hal yang mutlak bagi paham lingkungan dan keturunan mempengaruhi tingkahlaku dan bahwa apa yang ada diluat mempengaruhi apa yang ada didalam
b. Pandangan tentang arah atau tujuan ( directedness) yaitu tingkahlaku manusia tidak hanya disebabkan oelh sesuatu, tetapi juga menuju kea rah sesuatu atau bahwa manusia pada hakikatnya ingin menuju sesuatu
c. Konsep tentang motivasi (motivation) yang melatar belakangi tingkah laku, yang dikenal juga dengan desakan atau keinginan (want) atau kebutuhan( need) dorongan (drive)
Psikologi memandang tingkahlaku manusia ( human Vior)
F. TUJUAN
Unsur ketiga dari lingkaran motivasi ailah tujuan yang berfungsi untuk memotivasi tingkahlaku.pada dasarnya tingkahlaku manusia itu bersifat majemuk, karena itu tujuan tingkahlaku acap kali tidak hanya satu selain tujuan poko (primer) ada pula tujuan lain yaitu sekunder[5] .
Tujuan ini juga bisa berupa objek yang konkret atau berupa sesuatu yang abstrak, bila seseorang merasa lapar, tujuannya adalah makanan, bila seseorang merasa kesepian tujuannya adalah bertemu orang lain. Dan bila tujuan-tujuan ini bisa diperoleh, kebutuhan terpenuhi, terpenuhinya kebutuhan ini barangkali hanya untuk sementar, sebab pada saat lain, kebutuhan bisa timbul lagi
G. MOTIF SADAR DAN MOTIF TAK SADAR
Pada umumnya tingkahlaku manusia didasari motivasinya, tetapi setiap tingkahlaku tentu saja berbeda-beda. Ada tingkahlaku yang sungguh-sungguh didasari motivasinya, ada yang kurang begitu disadari ada pula hampei tidak disadari lagi motivasinya dari penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin penting tindakan seseorang baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain, semakin penuh akan kesadaran akan motivasi yang menggerakkannya semakin rutin tindakan seseorang semakin kurang taraf kesadarannya
H. MOTIF BIOGENETIS, SOSIOGENETIS DAN TEOGENETIS
Motif genetif merupakan motif-motif yang berasal dari kebutuhan organism orang demi kelanjutan kehidupannya secara biologis. Motif biogenetis ini bercorak universal dan kurang terikat pada lingkungan kebudayaan tempat manusia itu kebetulan berada dan berkembang. Motif biogenetif ini berbeda-beda sesuai dengan perbedaan yang terdapat diantara bermacam-macam corak kebudayaan di dunia.
Contoh motif biogenetif misalnya lapar, haus, kebutuhan akan kegiatan dan istirahat, mengambil nafas, sek dan buang air.selain kedua motif di atas ada pula motif lain yang disebut teogenetis. Motif-motif ini berasal dari interaksi antara manusia dan tuhan, seperti yang nyata dalam ibadahnya dan dalam kehidupannya sehari-harisaat ia berusaha mereliasasikan norma-norma agama tertentu.
Manusia memerlukan interaksi dengan Tuhannya untuk bisa menyadari tugasnya sebagai manusia yang berkebutuhan dalam masyarakat yang beragam ini, contoh motif teogenetis adalah keiginan untuk mengabdi kepada tuhan Yang Maha Esa, keinginan untuk mereliasasikan norma-norma agamanya menurut petunjuk kitab suci, dan alain-lainnya.
Daftar Pustaka
Sobur Alex, Psikologi Umum, (Bandung : Pustaka Setia, 2003)
Fauzi Ahmad, Psikologi Umum, (Bandung, Pustaka Setia, 2004)
Ustman Najati Muhammad, Psikologi, (Jakarta, P.T pustaka Al Husna Baru, 2004)
Damanik, Juda dkk. 2002. Alih Bahasa Life-Span Development, Jakarta:Erlangga
Ahmadi, Abu, Psikologi Umum (Jakarta, PT Rineka Cipta, 1998)
[1] Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, (Bandung, Pustaka Setia, 2004)
[2] Muhammad ‘Ustman Najati, Psikologi, (Jakarta : P.T Pustaka Al HUsna Baru, cet I 2004) hal.1
[3] Juda Damanik, Alih Bahasa Life;Span Development (Jakarta :Erlangga 2002)
[4] Abu Ahmadi, Psikologi Umum, (Jakarta: PT Rineka Cipta 1998)h. 142
[5] Alex Sobur, Psikologi Umum, (Bandung: Pustaka Setia, 2003)hal.293
Tidak ada komentar:
Posting Komentar